Panggung Grand Finals Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 akan segera digelar di Jakarta International Velodrome pada Minggu, 14 Juni 2026 yang mempertemukan ONIC vs Bigetron by Vitality. Laga ini juga kembali menyajikan narasi dan drama epik untuk disimak penggemar.
Partai puncak pada musim ini bukan sekadar perebutan trofi paling bergengsi di skena esports Tanah Air, melainkan sebuah benturan dua narasi besar yang telah terbangun sepanjang musim: “Trust the Process” (Percaya kepada Proses) dari kesabaran tanpa batas milik Bigetron, melawan mentalitas juara dan narasi “Trust We Can Win This Again” (Percaya Kami Bisa Menjuarai Ini Lagi) berkat daya magis Velodrome sebagai “kandang” ONIC yang berhasil dipertahankan dan tak tergoyahkan sejauh ini.
Bigetron by Vitality: Buah Manis dari “Trust the Process”
Bagi Bigetron, melangkah ke panggung Grand Finals MPL Indonesia Season 17 adalah sebuah bentuk penebusan. Selama lima tahun lamanya, tim Robot Merah ini harus melewati berbagai rintangan, perombakan roster, hingga pasang surut performa, dan label “kutukan gagal di playoffs” yang disematkan kepada mereka, telah menguji kesetiaan para penggemar dan keyakinan para pemain.
Namun, musim ini berbeda. Tampil tidak terlalu meyakinkan di fase Regular Season, Bigetron berhasil membungkam banyak anggapan yang tidak yakin mereka bisa melangkah jauh di Playoffs MPL Indonesia Season 17. Narasi “Trust the Process” ini melekat kepada Bigetron yang memilih tidak melakukan perombakan kepada line-up utama mereka di musim ini untuk membuktikan bahwa konsistensi, kedisiplinan, dan kepercayaan penuh pada sistem yang telah dibangun pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Keberhasilan menembus Grand Finals MPL ID Season 17 ini bukan hanya mengakhiri puasa panjang mereka di partai puncak, tetapi juga memastikan satu tiket emas menuju ajang Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC), ajang yang juga sudah 5 tahun mereka rindukan, yang kini kembali jadi bagian dari Esports World Cup (EWC) yang kali ini akan digelar di Paris, Perancis, untuk edisi 2026.
Pencapaian ini adalah sebuah pesan kuat bagi seluruh ekosistem esports, bahwa proses yang diyakini dan dikerjakan dengan sepenuh hati tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kini tak hanya lolos ke Grand Finals dan meraih tiket ke MSC 2026, Bigetron pun berada di ambang meraih gelar juara pertama mereka di ajang MPL Indonesia, di mana mereka sudah eksis di ajang ini sejak Season 1!
ONIC: Raja Langit dan Ambisi “Trust We Can Win This Again”
Di sudut yang berlawanan, berdiri sang Raja Langit, ONIC, sebagai juara bertahan, dan sangat difavoritkan untuk kembali mengangkat trofi para musim ini. Sang Raja Langit tidak hanya datang sebagai penantang yang lapar, melainkan juga sebagai penguasa yang harus mempertahankan takhtanya dari kudeta.
Narasi yang dibawa oleh ONIC menjelang Grand Final ini sangat jelas: “Trust We Can Win This Again”. Kepercayaan diri ini bukan lahir dari arogansi, melainkan dari rekam jejak yang solid dan mentalitas pemenang yang telah mendarah daging di dalam roster mereka.
Satu hal yang membuat narasi ONIC semakin mengerikan bagi lawan adalah magis dari Jakarta International Velodrome. Sejarah mencatat, setiap kali babak Playoffs MPL Indonesia digelar di venue ikonik ini pada Season 13 dan 15, ONIC selalu berhasil keluar sebagai yang terbaik.
Velodrome seolah telah menjadi benteng yang tak bisa ditembus oleh siapa pun yang mencoba menggulingkan Sang Raja Langit. Bagi ONIC, panggung ini adalah rumah, dan mereka memiliki keyakinan penuh bahwa sejarah kemenangan akan kembali terulang di tempat yang sama.
Benturan Dua Takdir di Velodrome
Grand Final MPL ID Season 17 menyajikan lebih dari sekadar adu mekanik dan strategi drafting di Land of Dawn. Ini adalah pertarungan psikologis antara tim yang ingin membuktikan bahwa penantian panjang mereka telah berakhir, melawan tim yang ingin mengukuhkan dominasi absolut mereka di venue sakral.
Apakah Jakarta International Velodrome akan kembali menjadi saksi kejatuhan para penantang dan menegaskan hegemoni ONIC? Ataukah magis Velodrome akan dipatahkan oleh kekuatan proses lima tahun dari Bigetron by Vitality yang siap mencetak sejarah baru? Kita nantikan bersama!

